Seminar STIFIn Balikpapan

mfxVFT1p Terimakasih pada rekan-rekan yang telah hadir pada acara seminar STIFIn, pada Ahad, 20 Desember 2015. Alhamdulillah, sekitar 95 % yang hadir berkenan untuk ikut tes. Semoga apa yang kami sampaikan bermanfaat untuk menuju kehidupan terbaik. Buat yang datang telat, kami mohon maaf sekali tidak dapat memberikan yang terbaik dikarenakan tidak mendapatkan tempat atau kursi kosong. Ini menjadi catatan koreksi untuk kami, agar kedepannya kami dapat lebih baik dalam mengadakan seminar seminar berikutnya.

Dalam sesi seminar, saya menyampaikan Bahwa betapa penting dan power fullnya STIFIn untuk mengenal diri sendiri, anak, pasangan, orang tua, karyawan, bahkan sahabat maupun teman serta lingkungan sosial. Selama ini kita merasa kenal dengan orang-orang dekat kita, tapi ternyata kita belum cukup mengenal anak kita bahkan pasangan kita. Dibawah ini adalah sebuah catatan dari beberapa tanggapan positif dari peserta seminar yang disampaikan langsung ke saya.

"Bebanmu Akan Berat, Jiwamu harus Kuat, Tetapi Aku Percaya, Langkahmu Akan JAYA! Kuatkan Pribadimu!" -Hamka

“Mas Didot terimakasih atas tesnya, anak saya ternyata anak Feeling dan saya Thinking, memang selama ini kami bersebrangan dengan anak saya, beda dengan anak saya yang pertama, anak saya yang kedua ini nilai IPA nya rendah dan nilai IPS nya tinggi, terkadang saya geleng-geleng kepala melihatnya, pergaulannya luas, temannya banyak dan tiap hari teman-temanya datang kerumah. Awalnya saya ingin dia sekolah di enginering tapi sekarang sepertinya saya akan arahkan dia untuk menjadi pengacara. Dan sepertinya dia mau dan berkenan”

Saya melihat senyum yang mencerahkan dari ayah dan anaknya, rasa haru menyelimuti hati saya , saya salami keduanya dan saya lebih banyak menekankan kepada si Bapak untuk lebih banyak Berdiskusi, memuji hal positif dan perbedaan pola belajar dengan orang Thingking.

Saya juga menyampaikan kepada Para Peserta untuk menjadi Insinyur ada sekolahnya, untuk menjadi Akuntan ada sekolahnya, untuk menjadi Guru juga ada sekolahnya, tapi untuk menjadi Orang Tua, Suami, Istri tidak ada sekolahnya, sebab sekolahnya adalah sekolah Kehidupan dan Pembelajaran.

Terimakasih Juga buat dr Hendra yang sudah berkenan untuk berbagi dalam acara kemarin. Harapan saya semoga semakin banyak orang yang tercerahkan dengan Konsep STIFIn.

Salam Berkah Berlimpah

Balikpapan 21 desember 2015

Didot Firmanto

 

 

 

 

 

Leave a comment

Your email address will not be published.


*