PUJILAH ANAKMU

Balikpapan, 19 Desember 2015 Salam Berkah Berlimpah. Beberapa hari yang lalu, saya di telpon oleh seseorang Bapak bapak yang belum saya kenal ? Di telpon Bapak tersebut mengeluhkan sikap anak laki-lakinya yang berusia kurang lebih 17 tahun yang sudah beberapa hari pergi dari rumah dan bolos sekolah. Beliau bercerita bahwa anaknya nakal, Bandel, suka marah-marah, melawan dan tidak mau mendengarkan nasihat orang tua. Kemudian saya minta bapaknya untuk bersabar dan mengalah serta meminta bapaknya untuk bisa merayu anaknya untuk segera pulang, dan nanti setelah anaknya pulang saya persilahkan datang ke kantor bersama Istri dan Anaknya.

Menjelang sore si Bapak datang beserta Istri dan anaknya, tanpa menunggu waktu lama saya langsung mengambil Sidik Jari si Anak dengan Metode STIFIn untuk mengetahui Mesin Kecerdasannya.

"Bebanmu Akan Berat, Jiwamu harus Kuat, Tetapi Aku Percaya, Langkahmu Akan JAYA! Kuatkan Pribadimu!" -Hamka

Hasil tes STIFIn si anak laki laki tersebut adalah Feeling Introvert, saya sedikit bisa memahami apa yang terjadi dengan si Anak. Setelah itu saya meminta izin kepada si Anak untuk bicara kepada Orang Tuanya secara terpisah, dan si anak setuju.

Saya mengawali pembicaraan dengan konsep sudut pandang kepada kedua orang tua anak laki-laki ini, yakni tentang sebuah pikiran untuk tidak merasa paling benar dan paling paham terhadap sifat dan sikap anak maupun pasangan, setelah mereka paham saya bertanya kepada si Ibu.

Ibu Maaf apakah Ibu pernah memuji anak Ibu ? Ibunya menggeleng.

Apakah Ibu pernah sms pada anak ibu, untuk sekedar bertanya ade apakah ade sudah makan ? Ibunya Juga menggeleng.

Apakah Ibu pernah mengatakan sayang pada anak Ibu ? Juga menggeleng.

Oky.. Hal yang sama juga saya tanyakan kepada si Bapak. Dan hasil jawabanya sama.

Setelah itu saya menerangkan kepada Kedua Orang Tua anak tersebut tentang Bakat Alami orang FEELING INTROVERT atau disingkat (Fi). Saya menjelaskan bahwa Anak Fi itu senang akan Pujian, sebab dia dalam melakukan aktifitas dan berfikir menilai dengan Perasaannya, artinya selalu mengukur dengan perasaan, kelebihannya anak Fi adalah mudah Berempati, hangat, ramah, lembut, penyayang, orangnya Idealis dan baik hati.

Bapak dan Si Ibu kaget setelah saya menerangkan demikian. Dan sedikit tidak percaya, kemudian saya menjelaskan tentang kelemahan anak Fi adalah mudah tersinggung, dan mengharapkan Pujian serta perhatian.

Bapak dan Ibu tersebut masih berfikir sambil sedikit mengangguk anggukan kepala, tidak lama setelah itu si Ibu berkata iya Mas, saya selalu membanding-bandingkan anak saya dengan anak lainya yang lebih pintar dari dia.

Trus bagaimana cara ibu merayu dia untuk mau pulang, kemudian si Ibu bercerita, tadi ketika mereka menjemput si Anak, awalnya si Anak tidak mau pulang dan mengatakan “ibu kan Malu punya anak seperti saya, bodoh dan tidak pintar, nakal tidak seperti anak teman Ibu yang pintar-pintar Itu” ibunya kaget dengan apa yang di katakan si Anak. Segala cara dia lakukan untuk merayu, mulai dari akan membelikan barang namun tidak berhasil dan akhirnya tiba tiba si Ibu menangis dan mengatakan kepada si Anak, kamu engga kasihankah de sama mama, sudah kesana kemari cari kamu. Dan ajaibnya si Anak luluh dan langsung memeluk Ibunya.

Tanpa saya teruskan pertanyaan saya melihat akhirnya Orang Tuanya mulai bisa melihat dan merasakan tetang apa yang mereka lakukan dan nilai terhadap anak mereka selama ini.

Anak anda anak pintar, dengan segala kelebihanya dan kekurangannya, dia anak yang luar biasa jika anda mampu membangkitkan emosi positif anak anda, dia anak yang mudah bergaul, saya minta tolong ke Bapak dan Ibu tolong jangan katakan bahwa anak ibu anak yang Bodoh, nakal, katakan kepada dia Bahwa Ibu dan Bapak sayang sama dia, katakan ke Dia bahwa Bapak bekerja dan apa yang Ibu lakukan adalah untuk dia, berikan dia sugesti positif katakan bahwa jika Bapak dan Ibu percaya dengan dia dan yakin dia tidak akan mengecewakan Bapak, katakan bahwa Ibu yakin dia punya potensi besar untuk mejadi hebat.

Setelah itu saya bertanya ke pada Si Bapak apa kelebihan anak Bapak, Si Bapak menjawab dia lebih dikenal di kampung, temannya Banyak, dan dia dikenal anak yang baik.

Cerita ini adalah bagian dari pengalaman-pengalaman yang saya temui sejak bergelut di Dunia SDM dengan STIFIn, belum lagi tentang memahami antara pasangan, pimpinan yang pusing mengatur dan berkomunikasi dengan karyawannya. Ditambah lagi masalah profesi, passion dan karier, cara belajar dan masih banyak manfaat lainnya.

Karena itu saya ingin berbagi untuk rekan rekan semua untuk belajar tentang apa itu STIFIn manfaat serta kegunaanya buat kehidupan anda.., saya mengundang Rekan rekan semua untuk dapat menghadiri acara SEMINAR STIFIn yang akan diadakan di 3 kota di Kalimantan Timur. Yaitu :

BALIKPAPAN,

Minggu 20 Desember 2015

13 – 17 WITA

Hotel Zurich

SAMARINDA

Selasa, 22 Desember 2015

Hotel Amaris

BONTANG

Minggu, 23 Desember 2015

Untuk informasi dan pendaftaran bisa menghubungi di Nomor telp :

0812 577 56226 an Indra

0811 54 4747 8 an Tari

Terimakasih,

Didot Firmanto

 

Leave a comment

Your email address will not be published.


*