Pahit.. Manis.. Asin

Kemarin saat terapy ke seorang ustadz, sang ustadz memberi saya jamu, saya paling tidak suka dengan jamu karena saya tidak suka menelan rasa pahitnya, menelannya sebentar tapi rasa itu seakan menetap di lidah saya dan sulit untuk diusir, kemudian ustadz saya bilang “Dek, hidup ini tidak hanya butuh manis karena kalau kebanyakan bisa kena diabetes, dan hidup juga tak hanya butuh asin yang ketika kebanyakan akan kena hipertensi, nah pahit ini menetralkan, jadi tubuh selain butuh manis, asin juga butuh pahit” ‪#‎nyes‬

"Bebanmu Akan Berat, Jiwamu harus Kuat, Tetapi Aku Percaya, Langkahmu Akan JAYA! Kuatkan Pribadimu!" -Hamka

Selayaknya hidup, jika terus terusan manis bahagia bagaimana bisa tahu rasanya asin atau jika selalu asin, kita tak akan pernah merasakan pahitnya luka, bagaimana kita belajar untuk menjadi kuat menahan pahitnya hidup… iya manis untuk menghibur, asin untuk belajar dan pahit untuk menjadikan kita kuat, kita butuh ketiganya untuk seimbang, satu hilang maka hidup kita akan kehilangan keseimbangan, layaknya tubuh..

-Rindu-

Leave a comment

Your email address will not be published.


*