MAAF YA

Kelapangan hati adalah sebuah keharusan bahkan kewajiban yang harus di lakukan. Tapi hati yang lapang hanya milik Allah.. karena itu keihlasan adalah pintu menuju kelapangan hati. Memaafkan adalah sebuah gerbang awal yang harus di lalui sebelum kita memiliki hati yang ikhlas. Berat dan sangant berat untuk memaafkan. Seperti memindahkan gunung dengan pundak keatas bukit, dan sungguh jika kita mampu melakukannya rasa berat itu akan hilang berganti dengan keceriaan dan ketenangan diri.

Memaafkan tidak akan menjatuhkan harga diri, Memaafkan bukan melawan dengan keras, memaafkan bukan berarti berani bertindak, berkata kasar, dan mengangkat kepala. Memaafkan tanpa

sebuah perlawanan adalah hal terbijaksana yang bisa kita lakukan, memaafkan adalah cermin dari koreksi diri yang terdalam, memaafkan adalah proses awal titik start untuk memulai lembaran baru. Maafkanlah terlepas diri mu benar atau salah. Maafkanlah walaupun kamu tahu kamu benar. Lakukan karena kita mencintai perdamaian, terlepas dia mau memaafkan diri kita atau tidak, walau jelas dia benar benar salah.

Tiada mungkin lembaran baru akan terwujud jika masih ada dendam, marah, sakit hati, cemburu. Karena awal yang baik berarti awal yang cerah tanpa noda, awal yang baik adalah awal yang penuh kebaikan dan yakinilah setelah kita lakukan pasti akan ada jalan keluar.

"Bebanmu Akan Berat, Jiwamu harus Kuat, Tetapi Aku Percaya, Langkahmu Akan JAYA! Kuatkan Pribadimu!" -Hamka

Mungkin bisa dikatakan lembaran baru, tapi jika kita tidak mau berdamai dan memaafkan lembaran putih itu akan ternoda oleh hal hal negatif berkelanjutan. Sama seperti sebuah titik hitam di kertas putih, kita terlalu fokus pada titiknya dari pada kertas putihnya, padahal masih banyak kebaikan di kertas itu, warna putih di kertas itu masih sangatlah luas tidak sebanding dengan sebuah titik hitam disana, Sama seperti cahaya yang menyinari akan masuk dan menerangi, tapi sinarnya tidak akan bisa menyinari jika ada hijab berupa tabir pelindung cahaya, sama seperti kita minta petunjuk dan cahaya tapi hati kita belum lapang daan mengimani taqdir dengar sempurna.

Merenung dan mengoreksi diri adalah hal yang terbaik yang bisa kita lakukan…

Semoga dihari senin ini puasa Sunah kita di ridhoi Allah dan mendapat manfaat serta petunjuk yang menentramkan hati…

@didotfirmanto

Leave a comment

Your email address will not be published.


*