Keseimbangan

Ahad, 4 Januari 2015, Pagi yang cerah,  suara burung bersahutan merdu terdengar dari rawa belakang rumah. Angin sepoi sepoi menyentuh lembut kulit tubuh ini, matahari mulai menyapa dengan kelembutan sinarnya. Seakan akan sadar diri dengan kekuatan matahari, Lampu lampu rumah yang telah menemani bulan mulai dipadamkan.

Kali ini tidak seperti hari biasanya, setelah melakukan aktivitas rutin pagi dan siap pergi ke kantor, ketika pamit istri terlihat manyun dan cemberut, sambil berkata ; minggu-minggu ko kerja, kapan liburnya, kemarin kerja, tahun baru juga kerja. He he … Baru kali ini saya diprotes untuk kerja. Sambil senyum dan berpamitan saya tetap pergi ke kantor. Dalam perjalanan ke kantor, saya

mencoba mengingat aktivitas beberapa hari terakhir dan benar juga pada saat libur di tahun baru yakni tepat tanggal 1 Januari pagi selepas Sholat Shubuh saya sudah jalan mengunjungi proyek pinggir pantai lamaru. Sambil berkata sambil menyetir  yess jalanan sepi, bisa cepat sampai lokasi.

Saya tidak pernah terfikir libur atau istirahat, saya begitu menikmati semua ini, menurut saya jika kita sudah enjoy dan menikmati aktivitas pekerjaan kita , itu sudah seperti liburan. Istirahat juga menurut saya jika lelah bisa istirahat dan tidur dimana saja. He he… Karena memang hari-hari yang saya lalui sudah seperti berlibur dan terhibur oleh ujian dan tantangan pekerjaan dan masalah kita.

"Bebanmu Akan Berat, Jiwamu harus Kuat, Tetapi Aku Percaya, Langkahmu Akan JAYA! Kuatkan Pribadimu!" -Hamka

Saya terus mengoreksi dan bertanya mengapa pertanyaan itu muncul, saya merasa sudah cukup waktu dalam membagi waktu antara keluarga dan pekerjaan. Namun itulah, apa yang kita anggap benar belum tentu benar menurut orang lain sekalipun Istri, anak, orang tua dan keluarga kita. Jadi saran saya jika anda sedang mengalami hal ini, diprotes atau di koreksi lebih baik anda diam dan berfikir sambil mengoreksi diri.


Saya mencoba mengingat kembali atas pemahaman pola berimbang yang sudah saya tuliskan dalam buku impian yang baru saya tulis bulan desember 2014 kemarin. Saya mulai membayangkan dengan berpatokan pada rumus 7 unsur pola hidup yang saya simpulkan dari buku buku yang saya baca, yaitu:

1.    Bagaimana Agama kita,
yaitu kualitas ibadah kita yang meliputi aktifitas sholat dan ngaji kita, kestabilan Iman kita serta kondisi ketenangan Batin kita.

2.    Bagaimana Keadaan Ekonomi Kita,
Jika boleh saya simpulkan Rezky atau pendapatan kita dan harta yang kita milki. Apakah kita sudah mencapai hal yang kita inginkan ?

3.    Kehidupan Keluarga Kita.
Hubungan Kita dan waktu kita dengan Istri, Anak, Orang Tua dan kakak serta adik kita.

4.    Kehidupan Sosial Kita.
Hubungan kita dengan Tetangga, masyarakat, teman dan orang orang sekitar kita yakni tentang manfaat apa yang bisa kita berikan pada mereka. Bisa juga meliputi bantuan atau terlibat pada proyek proyek sosial seperti jalan atau tempat ibadah.

5.    ILMU atau KEAHLIAN kita
Meliputi perkembangan pengetahuan kita terhadap sesuatu hal,  baik ilmu yang terus berkembang sebagai pendukung keahlian kita dalam bidang tertentu yang akhirnya membuat kita terus belajar dan belajar, atau Ilmu yang ingin kita kuasai. Seperti berbicara di depan umum, belajar bahasa Inggris.

6.     KESEHATAN
Sehat adalah harga mati yang harus dimiliki oleh semua orang, belajar Ilmu Gizi dan pola makan sehat serta hidup sehat adalah pilihan yang wajib untuk di ketahui oleh semua orang, tapi tentu bagi orang orang yang sadar diri akan pentingnya kesehatan.

7.    LIBURAN dan HIBURAN

Ini yang menarik, sudahkan anda menyiapkan liburan anda ???

Saat ini 7 hal ini menjadi prioritas saya dalam proses perbaikan diri, berbagai pertanyaan dalam diri tentang keinginan, mimpi, target pencapaian sudah saya tuangkan menjadi tujuan dalam menjalani hidup kedepan melalui tujuh unsur  ini, bagaimana dengan Anda ?

4. Kesimbangan Hidup foto

@didotfirmanto
Balikpapan, 04 Januari 2015

Leave a comment

Your email address will not be published.


*