DIAM

Mata tak mampu melihat mata …
Mata tak mampu melihat telinga …
Mata tak mampu melihat punggung …
Mata tak mampu melihat wajah…

"Bebanmu Akan Berat, Jiwamu harus Kuat, Tetapi Aku Percaya, Langkahmu Akan JAYA! Kuatkan Pribadimu!" -Hamka

Karena itu Kita butuh cermin, untuk melihatnya.
Mulut kitapun tak mampu meniup mata yang kelilipan tanpa bantuan orang lain.
Hidung kita pun tidak mampu mencium telinga yang bau, tanpa bantuan tangan.

Karena itulah ada kalanya kita harus diam, mendengarkan pasangan, anak dan orang orang terdekat kita bicara mencurahkan isi hati dan kepala. Kadang juga ada waktunya kita diam mendengarkan teman ataupun orang lain bicara tentang kita. Itu berarti kita butuh orang yang berkata dan bercerita tetang kita, baik jelek maupun buruk.

Diam bukan berarti marah dan tersinggung., diam bukan berarti tersinggung, diam juga bukan berarti sakit. Diam juga bukan berarti melamun. Diam bukan berarti tidak bicara, sebab ada waktunya kita bicara atau bahkan terkadang, justru diam dan waktu itu sendiri yang akan menjawab semua komentar negatif yang menyelimuti seluruh ruang gerak kita.

Hidup bukan berarti diam, tapi diam hanya untuk belajar, untuk mendengar dan untuk merasakan. Diam untuk merenung, diam untuk memahami. Diamlah sampai anda tangkap maksud dari semua kejadian. Diamlah sampai kau temukan makna dibalik cerita dari bibir yang bergerak dalam proses metamorfosis yang sempurna.
Ketahuilah diam itu bukan hanya emas, diam itu adalah senjata Para orang Sholeh.

Salam Kesadaran
@didotfirmanto
didotfirmanto.com

Leave a comment

Your email address will not be published.


*