Bekerja Untuk Lapar.

Berapa banyak kita bertemu dengan teman atau orang diatas jam makan siang bahkan menjelang sore mengatakan aduh laper nih tadi disuruh sama Bos. Perut gua perih nih tadi belum sempat makan ada meeting. Ntar ya saya makan dulu sudah laper, tadi ada tamu engga pulang pulang atau perut gua laper banget nih tadi mau makan nanggung nyelesaikan kerjaan dikit.

"Bebanmu Akan Berat, Jiwamu harus Kuat, Tetapi Aku Percaya, Langkahmu Akan JAYA! Kuatkan Pribadimu!" -Hamka

Dan bukan hanya mendengar bisa jadi kita mengalami pola yang sama seperti diatas. Ketika masih muda dulu, (walaupun sekarang masih relatif muda he he he) saya pernah berkata hal yang sama, seorang sahabat yang mendengar hal itu tiba-tiba berkata “Bekerja itu untuk cari makan” he he he … iya juga ya jawab saya.

Ya bekerja untuk mencari makan, bukan mencari lapar, ketika ada tamu atau saya bertamu ke orang-orang yang relatif sukses, waktu makan, mau makan apa serta mau makan dimana itu bagian dari pembicaraan meeting dan akan direncanakan diawal. Begitu juga jika saya diundang pada saat makan siang mereka akan berkata tunggu sebentar ya saya mau makan siang dulu, atau Bapak sudah makan mari kita makan bareng sudah kami persiapkan.

Sebuah nasihat sederhana “Makanlah Sebelum Lapar dan Berhentilah Sebelum Kenyang” ada yang mengatakan Hadits ini dhaif, bukan maksud saya untuk membahas hadist dhaif atau bukan, saya hanya ingin mengingatkan tentang makna kebenaran dari nasihat tersebut.

Ada hak perut yang harus kita jaga, jangan sampai niat kita beribadah dengan bekerja dan mencari Ridho Allah tapi ada bagian dari tubuh yang kita sakiti. Ini adalah masalah prioritas yang belum dijadikan prioritas dalam hidup kita. Semoga kita semua semakin Bijak dalam menjaga pola makan dan waktu makan kita.

Salam Berkah Berimpah

Didot Firmanto

Leave a comment

Your email address will not be published.


*