Air dan Api

Selesai sholat shubuh tiba tiba teringat nasihat Almarhum Papa tentang Api dan Air. “apabila Istrimu lagi marah maka kamu harus menjadi air, dan begitu juga sebaliknya. “ Ya ya ya…

"Bebanmu Akan Berat, Jiwamu harus Kuat, Tetapi Aku Percaya, Langkahmu Akan JAYA! Kuatkan Pribadimu!" -Hamka

Tidak ada jaminan lama atau mudanya usia pernikahan untuk tidak bertengkar , terkadang bisa saja terjadi gesekan ataupun sedikit riak emosi muncul. Memang benar semua pasangan ketika di tanya apakah suka apabila mereka bertengkar pasti mereka menjawab tentu tidak. Dan Coba kita ingat ketika kita penah bertengkar hebat atau tengkar biasa dengan istri ataupun suami, kemudian cobalah tanya dan bicarakan, saya yakin kita akan senyam senyum sendiri dan bertanya Ko bisa ya kita begitu, Ko bisa ya …. (kecuali orang yang disakiti dan tersakiti.. engga nyinggung lho ya…)

Nasihat itu begitu sederhana dan dalam, dimana apabila pasangan kita sedang menjadi api dengan panas membara sehingga menjadi esmosi jiwa, kesel, marah, jengkel, saatnya kita mengalah dan menjadi seperti air yang dingin untuk memadamkannya, dan apabila kita yang seperti itu maka harapan kita pasangan kita dapat menjadi airnya, sehingga kemarahan itu tidak terulang dan berlanjut.

Tapi yang utama jangan marah ya… sayangi pasanganmu…

Salam Kesadaran dan semoga bermanfaat.

didotfirmanto.

#edisisayangistri

Leave a comment

Your email address will not be published.


*