4 Golongan Manusia berdasar semangat dan Cita – Cita

Pertama

"Bebanmu Akan Berat, Jiwamu harus Kuat, Tetapi Aku Percaya, Langkahmu Akan JAYA! Kuatkan Pribadimu!" -Hamka

Orang yang LEMAH semangatnya sekaligus LEMAH CITA-CITAnya.

Orang tersebut adalah orang yang hanya suka berpangku tangan. atau jika kita sering bilang Benalu. Hari Harinya hanya bermain – main, mengalir tanpa arah dan tujuan.

Mereka Merasa tidak punya masa depan, dan rela menelan pahitnya kebodohan. Mengakui bahwa mereka memang miskin dan ikhlas menerima perihnya kehidupan.

Orang ini juga bekerja seperlunya dan yang terpenting dirinya Kenyang. Sangat malas beaktifitas apalagi beribadah. Difikirannya hidup hanya di dunia dan jarang berfikir akhirat, karena itu dia rela masuk neraka. .

Kita pasti bisa melihat orang tipe ini disekeliling kita, jika bertemu dan anda memang tau orangnya do’akanlah kebaikan kepadanya dan bermohon semoga Kita dan Keturunan kita dijauhkan dari golongan ini.

Kedua.

ORANG YANG LEMAH SEMANGATNYA NAMUN TINGGI CITA – CITANYA.

Biasanya banyak dengan pengakuan keinginan atau omong doang tapi hakikatnya tidak ada, atau bertolak belakang. Lebih tepat jika dikatakan orang yang lemah semangatnya, namun tinggi angan – angannya.

Ulama mengumpamakan orang seperti ini laksana Perahu yang berlayar di daratan, sebab enggan menempuh jalannya, dimana sesungguhnya perahu itu hanya dapat berlayar di laut.

Mereka ingin kaya, tapi malas bekerja. Ingin Pintar seperti Ulama tapi tidak mau belajar, Ingin Masuk surga tapi tidak mau beribadah dan menjalani perintah Agama dan Konsekuensinya.

Seorang Ulama Abu Sulaiman ad-Darani berkata, “Aku heran terhadap surga, bagaimana orang yang ingin mendapatkanya bisa lalai dan tertidur lelap di saat Allah Turun Ke Bumi, Dan aku heran terhadap neraka, bagaimana Orang yang lari darinya bisa tidur dengan Nyenyak.

Ketiga

Orang Yang TINGGI semangatnya, Namun rendah CITA – CITANYA…

Dikisahkan “seorang ulama tak sengaja melihat seekor kucing yang sedang mengejar tikus. Tikus tersebut masuk ke lobang untuk menyelamatkan diri. Tapi si kucing tidak berputus asa, ia terus mengintai di depan lubang penuh waspada. Seluruh badanya tegak, siap siaga menerkam mangsanya”, melihat hal tersebut sang ulama bergumam, “wahai Hamba yang lemah, adakah semangatmu sepadan dengan ambisi Kucing itu ? jika iya, apakah yang kamu kejar senilai dengan apa yang kamu buru ?

Cerita ini bisa jadi adalah tipe dari golongan yang ketiga. Semangatnya membaja, tapi hanya mengenyangkan perutnya semata. Namun tentu tidak ada yang salah dari kucing tersebut, karena kucing tidak dititipkan akal dan tidak ada konsekuensi akhirat.

Tentu saja hal ini naif jika dilakukan di lakukan oleh manusia. Semangat tinggi, namun obsesinya sebatas kesenangan perut dan syahwat. Ambisi puncaknya tak lebih dari dunia yang fana, sebagaimana sebuah nasihat “dunia, itulah ilmu sejauh – jauh pengetahuan mereka”

Keempat

Orang Yang TINGGI semangatnya dan Tinggi CITA – CITANYA…

Inilah tipe yg sangat ideal, memiliki semangat tinggi untuk meraih kesuksesan dunia dan terobsesi akhirat yg tinggi juga.

Mereka adalah orang orang yg mengikuti sabda Rasulullah SAW “bekerjalah untuk duniamu seakan-akan kamu hidup selamanya, dan beribadahlah untuk akhiratmu seakan-akan kamu mati besok.”

Ada ungkapan lain yg mengatakan “Tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah, Memikul kayu lebih mulia dari pada mengemis, Mukmin yang kuat lebih baik dari pada muslim yang lemah. Allah swt menyukai mukmin yang kuat bekerja.”

Sehingga umar bin Khatab juga berkata, “janganlah engkau rendahkan cita citamu, sesungguhnya aku tidak melihat orang yg lebih malas dari orang yg rendah cita citanya.

Dan patutlah nasihat Abu Bakar kita renungi, ”Ya Allah, jadikanlah dunia di tangan kami, bukan di hati kami.”

Dan semoga kita termasuk orang orang yg Diridhoi ALLAH SWT.
Bekerjalan, bergeraklah
Jadilah manusia yg bermanfaat dan sebaik baiknya manusia.

Semoga Saudara, Keluarga, sahabat dan teman teman kita dapat menjadi tipe seperti ini. Amiin…

Leave a comment

Your email address will not be published.


*